Senin, 29 November 2010

Manajemen Produksi


Perkembangan Manajemen Produksi

Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya factor :
Ø  Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
Ø  Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.

Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1.     Bertambahnya penggunaan mesin
2.    efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
3.    Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
4.    meluasnya system perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
Ø  Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan computer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
Ø  Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1.     Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2.    Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3.    pelatihan pekerja dengan metode baru
4.    pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.

 Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain.
Organisasi yaitu alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen.
Manajemen Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.
          Produksi adalah kegiatan perusahaan untuk menghasilkan barang jasa dari bahan-bahan atau sumber-sumber produksi dengan tujuan untuk dijual lagi.

Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
1.     Kelangsungan hidup :
·         Produksi terus-menerus
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang standar(massal)
·          Produksi yang terputus-putus
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.
2.    Teknik
·         Proses Ekkstraktif
·         Proses analitis
·         Proses Pengubahan
·         Proses Sintetis

Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi :
1.     Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :
1)    Proses
2)   Kapasitas
3)   Persediaan
4)   Tenaga Kerja
5)   Mutu/Kualitas
6)   Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoprasiannya.

Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :
1. Seleksi dan desain hasil produksi
2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan
3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
4. rancangan tata letak dan arus kerja
5. Rancangan tugas
6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

Ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi, yaitu :
1.     Proses Pengolahan
2.    jasa-jasa penunjang
3.    Perencanaan
4.    pengendalian /pengawasan

Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.




Sumber : wikipedia ,, pengantar bisnis

Manajemen dan Organisasi


Manajemen dan Organisasi

Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam mencapai tujuan perusahaan harus memperhatikan secara optimalterhadap kepentingan-kepentingan yang menyangkut kepentingan konsumen, penanam modal, anggota perusahaan (karyawan), pemerintah, masyarakat dan supplier.

Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pemimpin karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen.
Jenjang manajemen dalam organisasi pada dasarnya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1.     Top manajer (manajer puncak) meliputi manajer yang diduduki didewan direksi atau Chief Executif Officer (CE) dengan tugas menyusun rencana perusahaan maupun pengelolaan harta kekayaan perusahaan.
2.    Midle manajer (manajer madya) disebut sebagai manajer administrasi yang meliputi manajer-manajer divisi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasionil rencana yang telah disusun Top manajer.
3.    Manajer Lini operasional yang bertugas mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional yang telah dilakukan oleh karyawan sehari-hari.

Fungsi manajemen
Fungsi manajemen merupakan perincian dari kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam mengelola perusahaan, dimana secara garis besar fungsi manajemen dibagi menjadi 5 bagian, yaitu :
1.     Planning perencanaan
Planning adalah suatu fungsi pemilihan alternatif melalui suatu proses yang rasional untuk mengambil keputusan terhadap objective perusahaan, policy, program maupun prosedur untuk memperbaikinya.
Planning merupakan fungsi untuk dasar dari dari fungsi-fungsi yang lainnya, karena perencanaan merupakan tujuan, arah, strategi, aturan maupun program yang akan selalu menjadi bagian penting dari pelaksaan fungsi manajemen yang lainnya.
Pada umumnya jangka waktu perencanaan dibagi menjadi 3 bagian yaitu: perencanaan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Biasanya perencanaan jangka panjang melebihi 5 tahun jangka waktunya sedangkan menengah dan pendek kurang dari 5 tahun.
2.    Organizing (perorganisasian)
Fungsi perorganisasian adalah kegiatan dalam menentukan macam kegiatan beserta jumlah kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan maupun pengelompokan kegiatan-kegiatan beserta orang-orangnya yang sesuai dengan kegiatannya disertai adanya pendelegasian wewenang.
Ada 4 bagian penting yang perlu diketahui dalam perorganisasian, yaitu :
1)    Staffing
Suatu kegiatan yang melakukan pembagian kelompok-kelompok kerja menurut jenisnya beserta pengisian orang-orang yang sesuai dengan keahliannya.
2)   Delegation of Authority
Pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepadanya bawahannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan/kemampuan bawahan. 
3)   Departementasi
Pengelompokan kegiatan-kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya dimana diantara pengelompokan kegiatan tersebut tetap terjalin koordinasi dalam bekerja sama.
4)   Personalia
Kepegawaian ini sangat penting dalam hubungannya dengan para bawahan baik hubungan yang bersifat formal (sesuai dalam struktur organisasi) maupun informal (timbul karena kebutuhan sosialisasi diri anggota).
3.    Directing
Directing (pengarahan) adalah kegiatan yang khususnya ditunjukan untuk mengatasi dan mengarahkan bawahan sehingga seorang pemimpin secara manusiawi bisa mengikat bawahan untuk bekerja sama secara sukarela menyumbangkan tenaganya seefisien dan seefektif mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.
Ada dua hal yang bisa menunjang bawahan dapat bekerja lebih giat dan efektif : komunikasi (hubungan antar karyawan) dan motivasi (pemberian dorongan kreatifitas karyawan)
4.    Coordinating
Koordinasi adalah fungsi yang harus dilakukan seorang manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kegiatan sehingga bisa tercapai tujuan organisasinya.
Agar koordinasi terlaksana, setelah manajer melakukan fungsi perencanaan, pengarahan, dan pengorganisasian maka seorang manajer harus dapat menciptakan suasana atau lingkungan kerja yang mendorong
5.    Controlling (pengawasan)
Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang dilakukan manajer guna melengkapi fungsi yang sudah dilakukan lebih dahulu. Pengawasan bertujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan jika terjadi penyimpangan pelaksanaan perencanaan yang telah ditetapkan.

Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksana fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta diperusahaan yang bersangkutan. Pola organisasi dibagi menjadi dua, yaitu : organisasi formal dan organisasi nonformal.

Struktur organisasi yang dibentuk berdasarkan tiga komponen, yaitu :
·         Interaksi kemanusiaan
·         Kegiatan yang terarah ke tujuan
·         Struktur

Bentuk Organisasi dibagi menjadi 6 golongan, yaitu :
1.     Organisasi Lini
2.    Organisasi Fungsional
3.    Organisasi Llini dan Staff
4.    Organisasi Funsional dan Lini
5.    Organisasi Matrik
6.    Organisasi Komite





Sumber : pengantar bisnis





Sabtu, 27 November 2010

Konsep Nilai Waktu dari Uang

KONSEP NILAI WAKTU UANG

·         Pemahaman konsep nilai waktu uang diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan  keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih.

·         Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu (discount factor).

·         Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu ( Compound factor)

1.      FUTURE VALUE : nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku.

v  BUNGA SEDERHANA
Bunga yang dibayarkan hanya pada pinjaman atau tabungan atau investasi pokoknya saja.

FVn = Po [ 1 + (i) (n) ]

v  BUNGA MAJEMUK
Bunga yang dibayarkan (dihasilkan) dari pinjaman (investasi) ditambahkan terhadap pinjaman pokok secara berkala.

                   FVn = Po ( 1 + i ) n
           
                   Dimana:

                   FVn        = future value tahun ke-n

                    Po          = pinjaman atau tabungan pokok
                    i            = tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan
                    n           = jangka waktu


2.      PRESENT VALUE : nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian pembayaran yang dinilai pada tingkat bunga yang ditentukan.

Ø  Pvo = Po = FVn / ( 1 + i ) n    atau  Po  = FVn [1/(1 + i)n]


ANNUITY

Annuity adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu.


Ø  Anuitas nilai sekarang adalah sebagai  nilai i anuitas majemuk saat ini dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.

PVAn =  A1 [(S (1+i) n ] = A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n /i } ]

Ø  Anuitas nilai masa datang adalah sebagai nilai anuaitas  majemuk masa depan dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.

FVAn =  A1 [(S (1+i) n – 1 ] / i

Dimana : A1     : Pembayaran atau penerimaan setiap periode :








Pemasaran

Pengertian Pemasaran
Menurut William J. Stanton, Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
Fungsi utama kegiatan pemasaran dilakukan :
1.      Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan
2.      Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen
3.      Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang
Pengertian Pasar
Menurut William J. Stanton, Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya.
Faktor utama terjadinya pasar :
1.      Orang-orang yang mempunyai keinginan untuk terpuaskan
2.      Daya beli konsumen
3.      Tingkah laku pembeli atau setelah pembelian
4.      Harga yang disetujui oleh kedua belah pihak (antara penjual dan pembeli)

Jadi, hubungan antara pemasaran dan pasar sangat erat, karena pasar merupakan terjadinya transaksi jual beli sedangkan pemasaran merupakan kegiatan bagaimana agar produksi terjual dan dapat memuaskan keinginan pembeli sehingga pembeli akan membeli produk yang bersangkutan.
Tiga unsur konsep pemasaran:
  1. Orientasi pada Konsumen
  2. Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
  3. Kepuasan Konsumen
Bauran pemasaran ada 4, yaitu :
Product (Produk).
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
Price (Harga)
Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.
Promotion (Promosi)
Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.
Saluran Distribusi (Place)
Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.
Tujuan Sistem Pemasaran
1.      Memaksimumkan Konsumsi Pekerjaan pemasaran adalah memudahkan dan
merangsang konsumsi maksimum, akhirnya menciptakan produksi, kesempatan kerja, dan kemakmurkan maksimum
2.      Memaksimumkan Kepuasan konsumen
Tujuan sistem pemasaran lain adalah memaksimumkan kepuasan konsumen, bukan konsumsi. Tetapi mengukur kepuasan konsumen tidak mudah ; belum adanya tolak ukur kepuasan dari produk pada individu, kepuasan dari produk atau jasa yang baik diimbangi oleh kejelekkan dari pencemaran lingkungan, kepuasan yg diterima sesorang tergantung dari sedikitnya orang lain memiliki barang tersebut.
3.      Memaksimumkan Mutu Hidup
Termasuk didalamnya kualitas, kuantitas, ketersediaan, dan harga pokok barang ; mutu lingkungan fisik; dan mutu lingkungan kultur


Pendekatan dalam mempelajari Pemasaran

Pendekatan Seba Fungsi :

Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu : pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi
dan grading, pengumpulan informasi pasar

Pendekatan Serba Lembaga :
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, suplier, perantara dagang dsb

Pendekatan Serba barang (Pendekatan Organisasi
Industri) :

Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri

Pendekatan Serba Manajemen :

Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil

Pendekatan Serba Sistem :

Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem
pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, dan lem